Konsep ruang domestik dan publik perempuan di era digital dalam Tafsir Al-Misbah

Sofiyah, Sitti (2026) Konsep ruang domestik dan publik perempuan di era digital dalam Tafsir Al-Misbah. S1 thesis, Institut Al Fithrah (IAF) Surabaya.

[thumbnail of ABSTRAK_202212134125.pdf] Text
ABSTRAK_202212134125.pdf

Download (739kB)
[thumbnail of Sitti Sofiyah_202212134125.pdf] Text
Sitti Sofiyah_202212134125.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[thumbnail of CEK PLAGIASI (Turnitin)_202212134125.pdf] Text
CEK PLAGIASI (Turnitin)_202212134125.pdf
Restricted to Registered users only

Download (16MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang mengaburkan batas ruang domestik dan publik sekaligus memperluas kesempatan perempuan Muslim untuk belajar, bekerja, berdakwah, berusaha, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Perubahan tersebut juga menghadirkan persoalan berupa pembatasan berbasis penafsiran keagamaan, beban ganda, pelanggaran privasi, dan kekerasan berbasis gender online. Penelitian ini bertujuan menjawab dua rumusan masalah, yaitu konsep ruang domestik dan publik perempuan menurut Tafsir Al-Misbah serta relevansi konsep tersebut terhadap dinamika kehidupan perempuan di era digital.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data primer berupa Al-Qur’an dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan sumber data sekunder meliputi kitab tafsir, buku, jurnal ilmiah, dan laporan resmi yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan metode tafsir tematik (maud}hu>‘i>).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ruang perempuan dalam Tafsir Al-Misbah bersifat fungsional berdasarkan QS. Al-Ahzab [33]: 33; integratif berdasarkan QS. At-Taubah [9]: 71; partisipatif berdasarkan QS. Al-Qasas [28]: 23–25 dan QS. At-Taubah [9]: 71; etis berdasarkan QS. Al-Qasas [28]: 23–25 dan QS. An-Nur [24]: 31; protektif berdasarkan QS. Al-Ahzab [33]: 33 dan QS. An-Nur [24]: 31; serta kontekstual karena penerapannya mempertimbangkan sasaran ayat, kebutuhan, adat, kondisi sosial, dan perubahan masyarakat. Dengan demikian, Tafsir Al-Misbah tidak memuat larangan mutlak bagi perempuan untuk meninggalkan rumah. Ruang domestik berfungsi sebagai ruang perlindungan, ketenangan, pendidikan, dan tanggung jawab bersama, sedangkan ruang publik merupakan arena pendidikan, kerja, dakwah, komunikasi, dan pengabdian sosial. Pada era digital, relevansi keduanya diwujudkan melalui martabat, kemitraan, etika komunikasi, literasi digital, perlindungan privasi, dan pencegahan kekerasan berbasis gender online sehingga perempuan dapat berpartisipasi secara aktif, produktif, aman, dan bermartabat.

Kata kunci: Ruang, Domestik, Publik, Perempuan, Digital, Al-Misbah.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
Contribution
Name
NIDN/NIY
Email
Thesis advisor
Anas, Mohamad
2106118001
anas@alfithrah.ac.id
Uncontrolled Keywords: Ruang, Domestik, Publik, Perempuan, Digital, Al-Misbah.
Subjects: A Subyek Kampus Al Fithrah > Al Qur'an > Ilmu Al Qur'an (Umum)
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
Depositing User: SITTI SOFIYAH
Date Deposited: 08 Sep 2026 08:51
Last Modified: 08 Sep 2026 08:51
URI: https://erepository.alfithrah.ac.id/id/eprint/351

Actions (login required)

View Item
View Item