DINNUROIN, USMAN (2026) PENAFSIRAN ISYARI TERHADAP QS. YUNUS AYAT 62-64 TENTANG WALI ALLAH DAN RELEVANSINYA DENGAN TRADISI MANAQIB. S1 thesis, INSTITUT AL FITHRAH (IAF) SURABAYA.
ABSTRAK_202212134131.pdf
Download (418kB)
USMAN DINNUROIN_202212134131.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
USMAN DINNUROIN(TURNITIN)_202212134131.pdf
Restricted to Registered users only
Download (12MB) | Request a copy
Abstract
Usman Dinnuroin (NIM: 202212134131), Penafsiran Isyari terhadap QS. Yunus Ayat 62–64 tentang Wali Allah dan Relevansinya dengan Tradisi Manaqib.
Skripsi ini mengkaji keterbatasan penelitian yang menghubungkan penafsiran isyari terhadap QS. Yunus ayat 62–64 dengan tradisi manaqib. Selama ini, kajian manaqib lebih banyak menggunakan pendekatan antropologis dan sosiologis, sehingga dimensi normatif-Qur’ani yang menjadi landasannya belum banyak dibahas. Padahal, QS. Yunus ayat 62–64 merupakan salah satu ayat utama dalam pembahasan mengenai wali Allah.
Penelitian ini menjawab dua persoalan, yaitu bagaimana konstruksi makna wali Allah dalam QS. Yunus ayat 62–64 menurut tafsir isyari dan bagaimana relevansi penafsiran tersebut dengan tradisi manaqib sebagai sarana tadzkirah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna kewalian menurut para mufasir isyari serta menganalisis hubungannya dengan fungsi manaqib.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif dengan pendekatan normatif-filosofis. Metode yang digunakan adalah metode tahlili dan analisis isi model Krippendorff. Sumber utama penelitian meliputi kitab tafsir isyari karya al-Tustari, al-Qusyairi, al-Jilani, dan al-Baqli, serta literatur yang berkaitan dengan tradisi manaqib.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna wali Allah dalam QS. Yunus ayat 62–64 mencakup empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu dimensi epistemologis, etis, psikologis-spiritual, dan transendental. Keempat dimensi tersebut secara substansial memiliki kesamaan dalam penafsiran para mufasir isyari dan tetap mempertahankan makna zahir ayat. Tradisi manaqib juga memiliki relevansi sebagai bentuk naratif dan praksis dari nilai-nilai kewalian. Manaqib berfungsi sebagai sarana tadzkirah yang memberikan pengetahuan, membangkitkan kesadaran spiritual, serta mendorong seseorang untuk meneladani keimanan, ketakwaan, dan akhlak para wali. Dengan demikian, manaqib tidak hanya menjadi fenomena sosial-kultural, tetapi juga memiliki dasar teologis dan Qur’ani.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Contributors: | Contribution Name NIDN/NIY Email Thesis advisor Kusroni, Kusroni 2109048703 kusroni@gmail.com |
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: tafsir isyari, wali Allah, QS. Yunus ayat 62–64, tradisi manaqib. |
| Subjects: | A Subyek Kampus Al Fithrah > Al Qur'an > Ilmu Al Qur'an (Umum) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Ilmu Al Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | USMAN DINNUROIN |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 08:03 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 08:03 |
| URI: | https://erepository.alfithrah.ac.id/id/eprint/420 |

